Program Pembangunan Jaringan Air Bersih Desa Seguring Diduga Dikerjakan Asal Jadi, Jauh Dari Azaz Manfaat, ini Penampakannya

Rejang Lebong | Bengkulupost.co-Program Penyediaan Air Minum merupakan salah satu program dan aksi nyata pemerintah pusat dan daerah untuk meningkatkan penyediaan air minum, dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Secara umum, Program Air Bersih ditujukan untuk meningkatkan akses pelayanan air minum bagi masyarakat perdesa dan meningkatkan nilai dan perilaku hidup sehat dengan membangun atau menyediakan prasarana dan sarana air minum berbasis masyarakat.

Namun apa jadinya bila proyek tersebut dikerjakan asal-asalan dan diduga dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab untuk mencari keuntungan semata, baik secara pribadi, kelompok (koorporasi) tanpa mengutamakan kwalitas dan kwantitas.

Seperti halnya yang terjadi di Desa Seguring Kecamatan Curup Utara Kabupaten Rejang Lebong Diduga dalam Pelaksanaan bangunan penampungan air / toren dinilai dan diduga dikerjakan asal jadi.

Pelaksana kegiatan tersebut diduga melanggar ketentuan dalam Rencana Anggaran Belanja (RAB) dan metode teknis pengerjaan, banyak urutan item pekerjaan yang tidak sesuai. Sehingga hasil fisik bangunan terancam tidak sesuai umur rencana.

Hasil pantauan media Bengkulupost.co dan Tim Investigasi LSM PKNRI DPD Rejang Lebong, Jum’at (07/05/2021), bersama media lainnya di lokasi proyek, terlihat bangunan tersebut tidak sesuai spek dan menggunakan material yang bukan standar nasional indonesia (SNI)

Program Peningkatan Partisipasi Masyarakat dalam Pengelolaan Air Bersih melalui Program DD TA. 2020. Bertujuan untuk meningkatkan fasilitas pada Warga yang belum terlayani Air bersih di Wilayah Desa Seguring, dengan adanya Program Pipanisasi Air Bersih diharapkan Masyarakat dapat mengakses Pelayanan Air Bersih yang berkelanjutan, serta dapat meningkatkan penerapan perilaku hidup bersih. Tapi sangat disayangkan sekali, yang telah mengadakan Program Pipanisasi Air Bersih kepada warga justru disalahgunakan oleh Sementara pihak dan Oknum-oknum Pelaksana Proyek.

Salah satunya diketahui, diduga tak mengedepankan Azas manfaat, sebab dikarenakan hingga saat ini proyek Peningkatan Partisipasi Masyarakat dalam Pengelolaan Air Bersih melalui Program Dana Desa di Desa Seguring yang baru saja 1 tahun selesai dikerjakan tidak dapat berfungsi seperti yang masyarakat harapkan. Sehinga tak dapat dimanfaatkan Airnya oleh Warga sekitar yang terletak di Desa Seguring, Kecamatan Curup Utara.

 Keluhan Warga sekitar dibenarkan oleh Lebaga Pemantau Keuangan Negara (PKN) DPD Rejang Lebong yang beberapa hari lalu melakukan investigasi lapangan terkait laporan warga. Sebelumnya Pipanisasi tersebut sempat pernah berfungsi, namun tidak berfungsi lama hanya sebentar saja. Untuk kualitas Air nya juga diketahui tidak bagus tidak sesui degan program Air Bersih. Pada saat masih berfungsi airnya juga tidak bersih, Airnya keruh kotor dan seperti ada karatan diatas air nya. Sehinga tidak dapat digunakan Airnya, hasil nya tidak sesuai dengan Program DD sesuai kebutuhan masyarakat, “kata Ketua Ormas PKN saat dikonfirmasi.

“Lanjutnya megatakan, dirinya sangat menyayangkan program Pipanisasi Air Bersih di Desa Seguring tak dapat di fungsikan atau tak dapat digunakan manfaat Airnya. Sangat memprihatinkan atau disayangkan sekali, Proyek Pipanisasi Air Bersih dengan Anggaran lebih dari setengah milyar tersebut, tak dapat dirasakan manfaat hasil Airnya oleh Warga dan Masyarakat pada Umumnya, “sesalnya.

Kepada media ini saat dikunjungi, Ketua Ormas PKNRI DPD Rejang Lebong atas nama warga Seguring  mengatakan, bahwa proyek Pipanisasi tersebut dinilainya sudah selesai tetapi mangkrak. Artinya selesai tapi belum berfungsi atau proyek diduga proyek fisik asal jadi,” ujarnya.

Dirinya selaku Kontrol Sosial dari PKNRI,atas nama warga Desa Seguring sangat menyayangkan program Pipanisasi Air Bersih yang menelan dana sebesar Rp 571.000.000, sedangkan keadaan bak penampungan ataupun filter sangat jauh dari standar .

Bukannya mendapat penyelesaian proyek, Pipanisasi Desa Seguring Kecamatan Curup Utara Kabupaten Rejang Lebong semakin dipermasalahkan warga. Karena  dinilai Kades Seguring sudah lepas tanggung jawab.Kades Merasa pemberitaan Media Online Sinar Nusantara News beberapa waktu lalu  (https://sinarnusantaranews.com/tuai-kritikan-bangunan-sarana-air-bersih-di-desa-seguring-diduga-asal-jadi-dan-gagal-bestek/) malah melaporkan balik temuan tersebut kepada penegak hukum atas dasar pencemaran nama baik, alhasil respon negative kepada petinggi Desa Seguring bertambah mencuat. Karena dinilai tidak bisa mebedakan kasus hukum yang sedang panas disorot media.

Diharapkan kepada pihak penegak hukum agar sesegera mungkin lakukan audit keuangan Desa Seguring.

Lembaga Pemantau Keuangan Negara Republik Indonesia (PKN-RI) DPD Rejang Lebong telah berkolaborasi dengan Ormas Bidik Tipikor DPW Provinsi Bengkulu serta dibantu beberapa media telah mengumpulkan barang bukti guna dituangakan kedalam Dami Pengaduan, untuk selanjutnya akan di serahkan kepada Inspekda Rejang Lebong, Kejari Rejang Lebong serta Tim Tipikor Polres Rejang Lebong, kasusnya akan dikawal hingga tuntas.

Kepada media ini saat dikunjungi, Ketua Ormas PKNRI DPD Rejang Lebong atas nama warga Seguring  mengatakan, bahwa proyek Pipanisasi dinilainya sudah selesai tetapi mangkrak. Artinya selesai tapi belum berfungsi atau proyek diduga proyek fisik asal jadi,” ujarnya.

Dirinya selaku Kontrol Sosial dari PKNRI,atas nama warga Desa Seguring sangat menyayangkan program Pipanisasi Air Bersih dari yang menggunakan DD dan menelan dana sebesar Rp 571.000.000, sedangkan keadaan bak penampungan ataupun filter sangat jauh dari standar .

Bukannya mendapat penyelesaian proyek, yang bersumber dari Dana Desa Seguring Kecamatan Curup Utara Kabupaten Rejang Lebong semakin dipermasalahkan warga. Karena  dinilai Kades Seguring sudah lepas tanggung jawab.Kades Merasa pemberitaan Media Online Sinar Nusantara News beberapa waktu lalu  (https://sinarnusantaranews.com/tuai-kritikan-bangunan-sarana-air-bersih-di-desa-seguring-diduga-asal-jadi-dan-gagal-bestek/) malah melaporkan balik temuan tersebut kepada penegak hukum atas dasar pencemaran nama baik, alhasil respon negative kepada petinggi Desa Seguring bertambah mencuat. Karena dinilai tidak bisa mebedakan kasus hukum yang sedang panas disorot media.

Kedalaman Galian pipa untuk PVC sebagai berikut:

(a) kedalaman 300 mm untuk pipa yang tertanam di bawah permukaan tanah biasa;

(b) kedalaman 450 mm untuk pipa yang tertanam di sisi jalan dan di bawah permukaan jalan kecil;

(c) kedalaman 600 mm untuk pipa yang tertanam di bawah permukaan jalan besar dengan perkerasan;

(d) kedalaman 750 mm untuk pipa yang tertanam di bawah permukaan jalan besar tanpa perkerasan.

Kedalaman galian disesuaikan dengan perencanaan kebutuhan pondasi tanah urugan, lapisan alas, urugan tempat perletakan pipa (urugan di bawah pipa dan urugan di atas pipa), serta urugan sampai permukaan atau urugan penutup (final backfill)

Pembuatan lapisan alas Pipa dan urugan di bawah pipa

a) penggalian dasar: 1) penggalian dilaksanakan seperlunya untuk semua pondasi saluran, pondasi telapak, pelat di atas tanah dan sebagainya sampai kedalaman dan elevasi yang diperlukan untuk pelaksanaan pekerjaan tersebut. Segera setelah penggalian, dasar galian harus dipadatkan dengan baik;

2) galian harus ditopang dengan sekor-sekor, balok-balok dan papan turap atau dibuat miring pada kedua sisinya dengan sudut yang aman.(Darlin & Tim Investigasi PKNRI)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.