Silaturrahmi Bareng Media, Plt Kadis Kominfo Lebong: Media Harus Sehat dan Mencerdaskan

##Kebijakan Transformatif untuk Ciptakan Ekosistem Digital Mumpuni

Lebong | Bengkulupost.co-Plt Kepala Dinas Kominfo-SP Kabupaten Lebong, Danial Paripurna SP  mengajak pekerja media untuk mencerdaskan masyarakat. “Media mempunyai tanggung jawab mencerdaskan masyarakat melalui siaran ataupun tulisannya,” ujar Kadis Kominfo-SP dalam kegiatan Silaturrahmi Rutin di Ruang Rapat Diskominfo SP Lebong, Jum’at (24/09/2021).

Lebih lanjut menurut Plt Kadis, media sebaiknya menimbulkan perspektif netral terhadap peristiwa yang berhubungan dengan negara. “Media punya tanggung jawab memberikan pencerahan kepada masyarakat,” tambahnya.

Untuk dapat melakukan peranannya itu perlu dijunjung kebebasan pers dalam menyampaikan informasi publik secara jujur dan berimbang. Masyarakat makin mudah mendapatkan informasi dengan makin banyaknya pilihan media yang ada, namun kebebasan pers juga harus menjamin hak-hak masyarakat untuk mendapatkan informasi.

Silaturrahmi Kominfo-SP Lebong bareng awak media merupakan diskusi publik dengan para awak media  media cetak dan elektronik serta online, Kepala Biro Media Nasional, Pers Mahasiswa dan netizen di Kabupaten Lebong.  Kegiatan bertema “Untuk Publik Demi Republik” itu bertujuan mengupas lebih jauh tentang partisipasi stakeholders dalam peningkatan kualitas konten media. “Media sekarang ini sudah media morphosis. Media sudah bertansformasi apalagi dengan adanya teknologi yang terus berkembang,” tutur Plt Kepala Dinas Kominfo-SP .

Diskusi yang diselenggarakan Dinas Kominfo-SP Lebong  itu bertujuan untuk menimbulkan gerakan bersama antara Pemerintah dan media dalam menyediakan konten-konten yang mendorong pembangunan karakter bangsa, kesadaran berbangsa dan bernegara serta kesadaran kebhinekaan yang memiliki bangsa Indonesia. “Media sudah semakin objektif. Kita mengarah pada sesuatu yang seimbang agar masyarakat menjadi lebih cerdas,” ujar Danial menambhakan.

Revolusi Mental

Momentum diskusi dimanfaatkan pula untuk membincang Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM). Menurut Danial, Plt Kadis Kominfo-SP Lebong,   “Dulu pemerintah selalu minta dilayani, sekarang pemerintah yang melayani publik dengan akuntabel, demokratis dan terbuka,” ujarnya.

Kadis mengungkapkan, upaya menggalakkan revolusi mental memerlukan peran aktif media. “Media mempunyai tugas secara sukarela berbagi hal dalam membangun integritas gotong–royong untuk meningkatkan etos kerja,” tambah Danial

Dia mengatakan, untuk menghadapi pandemi Covid-19 diperlukan kreativitas dan inovasi di bidang teknologi informasi dan komunikasi. Khususnya, generasi muda Indonesia, kata Kadis , perlu terus meningkatkan optimitisme dan memandang pandemi Covid-19 sebagai kesempatan titik loncatan baru.

“Titik di mana kita bergerak lebih cepat dan eksplorasi berbagai peluang yang ada dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi,” ujarnya.

“Dari hiburan hingga hobi, dari edukasi hingga literasi, semua ditampilkan untuk menunjukkan bahwa kita tetap berkreasi dan terus berjuang menghadapi rintangan dan tantangan yang ada,” katanya.

“Misalnya saja perjudian, penipuan online, eksploitasi seksual pada anak, hoaks, cyberbullying, hate speech dan lain sebagainya kita akan perangi bersama untuk ruang digital kita yang lebih sehat,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, Media juga memiliki tanggung jawab dalam memastikan ruang digital digunakan secara positif dan produktif juga objektif oleh setiap pemilik media.

“Karena sebetulnya media informasi dan media sosial menyimpan peluang yang luar biasa besar untuk kesejahteraan dan kejayaan bangsa kita. Saat ini kita sedang menuju revolusi industri 4.0, mari kita jadikan momentum ini untuk menjadi pemenang, Indonesia sebagai pemenang bukan Indonesia sebagai penonton ini saja,” ungkapnya.

Sebagai langkah adaptif dan responsif dalam menghadapi momentum krisis saat ini,” tandasnya.Ia merinci langkah kebijakan sesuai arahan presiden meliputi pemerataan infrastruktur, penyiapan roadmap transformasi digital, pembangunan pusat data, penyiapkan talenta digital, hingga pembuatan skema dan regulasi yang dibutuhkan.

“Selain untuk memeratakan akses telekomunikasi, kelima hal ini diperlukan untuk meningkatkan kualitas layanan publik, optimalisasi eksositem digital, serta untuk menyediakan angkatan kerja Indonesia yang cakap digital di masa yang akan datang,” jelasnya.

“Meskipun kontribusi ini relatif moderat, namun jika disandingkan dengan pertumbuhan sektor yang progresif, sektor informatika dan komunikasi ini dapat menjadi sektor enabler untuk menghasilkan efek ungkit pertumbuhan di sektor-sektor lainnya,” ungkap Kadis.

Guna merealisasikan visi besar tersebut, kadis Kominfo-SP Lebong juga telah mempersiapkan kebijakan strategis transformasi digital yang terdiri dari empat pilar utama, yaitu: pembangunan infrastruktur, pengembangan teknologi, pengembangan talenta digital, dan juga percepatan legislasi serta penguatan hubungan yang kolaboratif antara media dengan pemerintah, diharapkan kedepan antara media dan pemerintah bisa harmonis dalam menyampaikan berita pembangunan khususnya daerah Lebong agar lebih baik dan maju.

“Sebagai upaya untuk memanfaatkan momentum peralihan dan peningkatkan aktivitas digital di masa pandemi Covid-19. Pekerjaan transformatif ini bukan hanya sekadar memastikan peningkatan konektivitas, namun juga mendorong kita semua untuk menciptakan ekosistem digital yang berkelanjutan, adil, dan bermanfaat bagi seluruh elemen bangsa,” jelasnya.

“Media dan pemerintah harus berada dalam posisi yang sama, yaitu menjadi sektor penghubung yang bekerja untuk memperkuat kemajuan daerah. Kerja kolaboratif untuk menjembatani pembangunan antar sektor semakin dibutuhkan untuk memastikan pertumbuhan perekonomian yang berkelanjutan,” tegasnya.(Thuty)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.